Visi, Misi dan Strategi
Provinsi Jawa Timur Tahun 2009 – 2014
Visi
Provinsi Jawa Timur adalah “Terwujudnya Jawa Timur yang Makmur dan Berakhlak
dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia”.
Beberapa definisi yang
dimaksud dalam visi ini di antaranya adalah:
- - Masyarakat makmur adalah
masyarakat yang sejahtera, yang berkecukupan atau tidak kekurangan, yang tidak
saja berdimensif fisik atau materi, tetapi juga rohani, yang berkeadilan,
bermartabat dan terpenuhi hak – hak dasarnya, bebas mengemukakan pikiran dan
pendapat, bebas dari ketakutan dan diskriminasi, bebas dari penindasan, dengan
sumber daya manusia yang berkualitas secara fisik, psikis maupun
intelektualitas.
- - Berakhlak mempunyai
pengertian kondisi masyarakat yang aman, damai, rukun, saling menghormati antar
warga yang dilatarbelakangi adanya multikultural yang ada pada masyarakat Jawa
Timur.
Misi
Provinsi Jawa Timur adalah “Mewujudkan Makmur bersama Wong Cilik melalui APBD
untuk Rakyat”.
Upaya
ini dilaksanakan dengan :
1.
Meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan
kebutuhan dasar rakyat dan penanggulangan kemiskinan,
2.
Meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi dan pembangunan
pedesaan,
3.
Melalui penguatan perekonomian yang didukung
pengembangan pertanian dan agroindustri/agrobisnis,
4.
Pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah
(UMKM), peningkatan investasi dan ekspor non migas, serta penyediaan
infrastuktur yang memadai,
5.
Tetap memelihara kualitas dan fungsi lingkungan
hidup,
6.
Memantapkan harmoni sosial melalui peningkatan
kesalehan sosial, penegakan serta penghormatan terhadap hukum dan hak asasi
manusia, dengan didukung birokrasi yang reformatif dan pelayanan publik yang
prima.
Untuk mewujudkan visi, dan menjalankan misi pembangunan daerah Jawa Timur 2009-2014 tersebut dilakukan melalui empat strategi pokok pembangunan:
1. Pembangunan berkelanjutan berpusat pada rakyat (people centered development), yang mengedepankan partisipasi rakyat (participatory based development) dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengawasi program pembangunan yang menyangkut hajat hidup mereka sendiri.
2. Keberpihakan kepada masyarakat miskin (pro-poor).
3. Pengarusutamaan gender.
4. Keseimbangan pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, melalui, terutama, pengembangan agroindustri/ agrobisnis.
2. Keberpihakan kepada masyarakat miskin (pro-poor).
3. Pengarusutamaan gender.
4. Keseimbangan pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, melalui, terutama, pengembangan agroindustri/ agrobisnis.
Sedangkan PDRB Jawa Timur selama tahun 2007-2012 berdasarkan Kajian Regional Ekonomi dari Bank Indonesia dan didukung data dari website BKPM, ditunjukkan dalam tabel di bawah ini:
Sektor
|
Tahun (Milliar Rp)
|
|||||
2012
|
2011
|
2010
|
2009
|
2008
|
2007
|
|
Pertanian
|
54.463.943
|
52.628.433
|
51.329.549
|
50.208.897
|
48.315.112
|
48.852.112
|
Pertambangan
|
8.401.262
|
8.228.632
|
7.757.320
|
7.104.817
|
6.645.090
|
6.079.018
|
Industri
Pengolahan
|
98.017.057
|
92.171.191
|
86.900.779
|
83.299.893
|
81.033.881
|
77.651.261
|
Listrik
dan Air Bersih
|
5.238.432
|
4.932.084
|
4.642.082
|
4.361.516
|
4.246.147
|
4.122.313
|
Bangunan
|
12.840.566
|
11.994.826
|
10.992.600
|
10.307.884
|
9.887.404
|
9.626.437
|
Perdagangan,
Hotel, Restoran
|
128.375.499
|
116.645.214
|
106.229.113
|
96.983.867
|
90.911.382
|
84.119.330
|
Angkutan/Komunikasi
|
30.640.914
|
27.946.280
|
25.076.426
|
22.781.528
|
20.164.064
|
18.503.298
|
Bank/Keu/Perum
|
21.802.468
|
20.186.109
|
18.659.490
|
17.395.394
|
16.519.146
|
15.288.323
|
Jasa
|
33.886.298
|
32.251.631
|
30.693.407
|
29.417.374
|
27.816.462
|
26.162.221
|
Total
|
393.666.439
|
366.984.401
|
342.280.766
|
321.861.169
|
305.538.687
|
290.404.312
|
Dari tabel di atas bisa
dilihat bahwa dari tahun 2007 sampai dengan 2012, terjadi peningkatan PDRB pada
setiap tahunnya. Dari sembilan sektor di atas bisa dilihat bahwa yang
memberikan nilai pendapatan tertinggi adalah sektor Perdagangan, Hotel dan
Restoran. Hal ini sesuai dengan misi Pemprov Jatim peningkatan usaha kecil dan
menengah, meskipun belum secara pasti menunjukkan di segmen usaha yang mana
yang mengalami peningkatan signifikan. Sedangkan misi pembangunan pedesaan dan
peningkatan pertanian, kurang memberikan kontribusi yang optimal, padahal
sebagian besar penduduk Jawa Timur berlatar belakang pertanian. Sumbangan
pendapatan terbesar yaitu sektor perdagangan, hotel dan restoran menunjukkan
bahwa aktifitas sektor tersebut besar kemungkinan terjadi di daerah perkotaan,
bukan pedesaan. Sehingga perputaran ekonomi masih belum menjangkau secara
menyeluruh ke semua daerah. Padahal dalam misi Prov Jatim, disebutkan bahwa
APBD untuk rakyat terutama untuk wong
cilik. Sehingga perlu dipertanyakan wong cilik yang mana yang sudah
merasakan alokasi APBD tersebut.
Selain itu, dalam Visi Misi yang diusung Prov Jatim, mengandung pengertian dan cakupan yang sangat luas. Misalnya ditinjau dari definisi makmur di atas. Apakah mungkin dalam jangka waktu lima tahun, bisa mewujudkan masyarakat yang semua kebutuhannya terpenuhi, dan itu berlaku untuk seluruh lapisan masyarakat? Di setiap daerah, sektor ekonomi memang menjadi indikator kondisi masyarakat secara umum. akan tetapi jangan sampai hanya demi menunjukkan pertumbuhan ekonomi bisa bertahan atau bahkan meningkat, hanya diwakili oleh angka - angka saja, dan mengabaikan kondisi riil di masyarakat. Kondisi di lapangan, masyarakat miskin justru semakin bertambah, tingkat pengangguran meningkat, pertanian dan nasib petani kurang diperhatikan, semakin tingginya pengiriman jumlah TKI ke luar negeri, yang mengindikasikan pemerintah tidak bisa menyediakan lapangan kerja yang cukup bagi rakyatnya.
Bagian dari visi Pemprov Jatim adalah mewujudkan masyarakat yang berakhlak. Indikator apa yang dipergunakan untuk menilai suatu masyarakat berakhlak atau tidak? Akhir - akhir ini, tingkat kriminalitas meningkat di tengah-tengah masyarakat. Sebagian dilatarbelakangi faktor ekonomi sebagian yang lain karena banyak faktor, di antaranya krisis kesabaran dan toleransi antar warga, meningkatnya ketidakpedulian warga atas lingkungan sekitar, dan lain - lain. Salah satu yang dijadikan indikator masyarakat berakhlak adalah kerukunan antar umat beragama.
Selengkapnya di sini
Selengkapnya di sini
No comments:
Post a Comment